belajar dari strategi FTA Korea Selatan

Sebagai negara dengan perekonomian yang sangat bergantung pada sektor perdagangan, lebih dari 80 persen PDB disumbang oleh sektor perdagangan, Korea Selatan sangat serius dalam merumuskan strategi kedepan untuk tetap menjaga posisinya sebagai hub perdagangan internasional bukan hanya di kawasan Asia Timur namun juga di dunia.

salah satu yang menjadi perhatian Korea Selatan adalah tentang bagaimana mereka dapat menjaga dan memperluas pangsa pasar produk ekspor mereka serta bagaimana mereka menjaga akses terhadap energi yang merupakan pilar dari industri berbasis teknologi yang saat ini mereka kembangkan. Kondisi alam Korea Selatan tidak menyediakan energi yang mencukupi untuk ekspansi industri mereka yang terus berkembang melayani kebutuhan teknologi masyarakat dunia. Ditambah lagi dengan tragedi kebocoran reaktor nuklir di Fukusima, telah membuat Korea Selatan lebih berhat-hati untuk memaksimalkan operasi reaktor nuklir yang mereka miliki.

Menyadari kelemahan-kelamahan tersebut, saat ini pemerintah Korea Selatan sedang gencar-gencaranya untuk menjalin aliansi ekonomi dengan negara-negara penghasil energi, disamping  mereka juga telah meluncurkan program yang mendorong produksi energi alternatif terbarukan.

“Kita akan mencari lebih banyak lagi FTA dengan negara-negara yang memiliki energi melimpah di Afrika, Timur Tengah dan kawasan lain, yang pada akhirnya diharapkan juga akan meningkatkan kerjasama ekonomi bilateral.” Demikian sebagaimana tersebut dalam rencana kebijakan Kementerian Perdagangan Korea Selatan yang dikutip dari harian The Korea Herald.

Korea Selatan saat ini memiliki kerjasama perdagangan bebas dengan 16 negara. Selain itu, Korea juga saat ini masih dalam pembicaraan perdagangan bebas dengan 12 negara lainnya, termasuk diantaranya Australia dan RRC.

Terkait dengan ekspansi pangsa pasar ekspor, Korea Selatan telah menanda tangani perjanjian perdagangan bebas dengan Amerika Serikat, Uni Eropa dan sedang merintis perjanjian yang sama dengan Republik Rakyat China. Ketiga partner tersebut merupakan kawasan dengan ukuran perekonomian terbesar di dunia, yang tentunya juga menggambarkan kemampuan daya beli dari konsumen di kawasan tersebut. Patut dicatat juga bahwa Korea Selatan juga tercatat telah menjalin kerjasama perdagangan bebas dengan negara-negara ASEAN dan Mercosur.

Belajar dari strategi FTA yang dikembangkan oleh pemerintah Korea Selatan, tampak sekali bahwa mereka fokus pada penguatan dan pengembangan ekonomi domestik dengan cara mengusahakan sumber daya dan pasar yang dibutuhkan. Fokus pada dua tujuan utama ini membuat draft-draft perjanjian yang ditandatangani pemerintah Korea Selatan relatif mendapat dukungan politis dari industri dalam negeri, kecuali untuk kasus FTA dengan Amerika Serikat. Ada nuansa ekonomi politik yang kuat dalam penandatanganan FTA tersebut sehingga sempat mendapat penolakan dari industri dalam negeri. Lebih detail menganai hal ini semoga dapat kami tuangkan dalam tulisan berikutnya.

Advertisements
Posted in economika | Leave a comment

Konglomerasi Positif ala Korea

Tanggal 19 Oktober lalu saya akhirnya tiba di Bandara Inchoen Seoul. Kali ini insya Allah tiga bulan kedepan rutinitas akan berubah, dari pegawai bagian akuntansi menjadi staff magang pada Atase Perdagangan KBRI Seoul. Banyak hal yang ingin aku pelajari dalam pekerjaan baru ini, sebagaimana banyak pula yang ingin aku tahu lebih jauh dari Negeri gingseng ini.

Salah satu yang menarik dari negeri ini adalah bagaimana mereka menjadi sedemikian maju padahal baru merdeka tahun 50-an. bahkan pada tahun 60-an kita, Indonesia, sdh jauh lebih maju dari mereka sebelum kondisi berubah pada sekitar 80/90-an. yang unik dari perekonomian negeri ini adalah tentang hegemony kongelomerasi yang menjadi pilar perekonomian. perusahaan yang awalnya hanya saya kenal lewat satu dua produknya di Indonesia, ternyata disini memiliki jarigan bisnis dibebagai bidang dan menggurita. mengingatkan kita pada Group Salim pada saat orde baru dan Bakrie untuk sekarang ini.

Di Indonesia kita mengnal samsunng hanya sbg produsen elktronik disini mereka punya pabrikan mobil dan juga perabot rumah tangga. Lotte, sebelum akuisisi Makro di Indonesia, hanya dikenal sebagai merek permen karet, di negara asalnya mereka adalah penguasa jaringan pusat perbelanjaan dan Hotel. Sementara LG disini punya bisnis keuangan seperti perbankan. begitu juga Hyundai, disini mereka punya bisnis sekuritas. ada lagi SK Group, aslinya mereka adalah perusahaan telekomunikasi, tetapi mereka juga punya bisnis dibidang perminyakan seperti SPBU.

Yang membedakan konglomerasi disini dan di Indonesia adalah driver dari kemunculan mereka. pengalaman orde baru menyebutkan bahwa kebanyakan konglomerasi di Indonesia merupakan hasil kedekatan politik dengan kekuasaan. sedangkan disini, konglomerasi lebih merupakan hasil dari strategi bisnis rasional normal dalam mengoptimalkan kapasitas modal berlebih yang mereka punya.

perbedaan mendasar tersebut juga tampaknya memberi hasil yang sangat berebeda. konglomerasi di Korea tampak mampu menjadi driver dr pergerakan dan pertumbuhan ekonomi Korea. mereka cenderung tidak mematikan bisnis2 kecil namun banyak berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan UKM sebagai sub-kontraktor bisnis mereka. manfaat lainnya adalah pemerintah lebih mudah dalam mengkonsolidasi perekonomian dan meng-create kebijakan yang tepat sasaran.

satu yang juga penting diperhatikan adalah bagaimana law enforcement di Korea berjalan. eksekutif puncak dari konglomerasi tersebut tidak kebal dari hukum. sehingga aturan maen yg telah disepakati bersama dapat berjalan maksimal.

semoga kita bisa belajar.

Posted in diary, economika | Leave a comment

Blog ini Baru Tapi Lama

iya, aku mulai bikin blog ini baru bulan Desember 2010.tapi sebenarnya artikel yang aku post disini sebagian merupakan tulisanku tahun 2008, yang sdh pernah aku posting di blogku sebelumnya: http://www.cahlanang-memaknaihidup.blogspot.com. sengaja aku pindahin tulisan2 tersebut dengan beberapa alasan:

1. blog lamaku itu gak bisa aku edit lagi karena lupa pasword. udah kucoba inget2 ato cari cara supaya dapat paswordnya tapi gak bisa2. akhirnya kuputusin buat blog lagi.

2. blog lamaku username-nya terlalu panjang. jadi ribet dan gk simple. krn mnurutku blog adalah media utk pengtahuan dan berwacana, tampilan yang simple sgt penting agar reader (klo ada hehhe) fokus pada tulisannya bukan yang laennya.

3. aku pindah domain ke wordpress, krn menurutku disini lebih cocok untuk posting tulisan yg sebagian besar omongan serius. walaupun mungkin nanti sebagian tulisanku jg hal-hal ringan. tp overall blog ini aku creat dengat tujuan utk mengekspresikan ide tentang berbagai hal yang serius.

Salam,

Posted in diary | Leave a comment

hope mom will enjoy the trip

before i write down more, firstly, I have to honestly tell that this story was inspired by what Agus told in his blog (www.avgustin.net). About less than next 2 weeks, I will married and the wedding reception will be held in Baturaja, the small town part of South Sumatra province, around 250 km west side of Jakarta – the town now I’m living in. You can imagine, how far it is from Demak, my home town, 8 hour driving from Jakarta at East direction. For me, actually it is not big deal due to I had experienced in adventuring sulawesi – the place that well known of uncomfortable road to be tripped and extreme landscape. But, it will be different for my mom, person who very reluctant to get trip due to the trip sicknesses problem. this problem often disturb my mind even has been my consideration when decide to ask my beloved Maya as my wife. nevertheless, the problem actually is just in my mind. even though i clearly know that the trip sicknesses is still become problem of My mom, but in any conversation, I can’t find the grumble sentence told by her. She tries to brace up me and convince me that everything will be OK. it is really big sacrifice. Now, I can understand why Agus ready to ignore all of he has had and all of dreams he has built, just for reduce His mom sadness due to the cancer she suffer. Those are the reasons why God put the heaven below mom’s feet.

*this article was written at 23 juni 2009

Posted in diary | 2 Comments

American style Authoritarianism

concerning the way of America in expanding the liberalism, democracy and free trade idea, there are some weird phenomenon arise when we deeply look at the current reality. just recall first that the purpose of that idea was to ensure the basic right of every people either in term of politics, economy, social and culture. well, the ongoing condition is likely to be in contrary. the policy they decide is more focus on their interest, instead uphold the core issue related to human right. just imagine, is it possible to provide people freedom in any sector and any country when they, in same time, try to place the military agent in every strategic area, which is actually it is part of other countries territory? yes, they just ensure their interest merely, even for that purpose, they had ignored other country’s sovereignty. so what is the different between US idea with communism that use the power of country to treat the freedom of individual. actually, they just replace authoritarianism from inside one country to be applied to the world at whole. let see the future of this ideology…..

*this article was written at 19 February 2009

Posted in justice, politics | Leave a comment

benarkah ku sebegitunya?

kujejaki tanah ini sepanjang hari
ku tahu kadang becek, gersang bahkan berdebu menyesakkan
aku selalu disitu…
tetap disitu..
menjejakinya sejauh waktuku…

aku tidak pernah melayang
aku tau setiap tetanggaku juga tetap disitu
mengarungi hidupnya tanpa kesah
mensyukuri keringatnya dengan senyum cerah

aku tau mereka juga tidak pernah melayang
mereka disana dengan tenang
selalu tenang…
bahkan disaat nasinya adalah pakan ternakku

aku tau aku tidak akan bisa terbang
lalu buat apa merasa hidup bersama awan?
merasa…
menghirupi oksigen kualitas terbaik
mengakrabi bintang dan mencandakan merpati

seharusnya..
kuingat kakiku lebih dari apa yang diotakku
karena kakiku selalu ada disitu
tidak akan pernah kemana-mana
tetap menjejak…
menapak pada tanah yang sama
dengan yang lainnya

*) puisi ditulis tanggal 27 agustus 2008

Posted in syair | Leave a comment

Innocent Keynesian *

On which level should government involve in economy? This is ongoing debate that could not been concluded yet. But, for me, at least there is one point that should not be doubt “government must be remain exist in economy in order to protect the interest of unlucky citizens who unfortunately often as the majority”. Smith may argued that they will be protected by “invisible hand”, which some said that it was representation of God in regulating the globe. He might forget that God “needs” the effort of the people to change unlucky destiny currently they run. Latest world economic condition shows that the market is getting far away from perfect competition, which is the market condition that ensures equal allocation of the resources for all actors. The market leader abuses their market power in order to grape more profit without giving attention to uncontrollable of hunger and unemployment. The power of money controls economy as whole and letting real sectors being stagnant. On these situations, government should play their role. The problem is how should government play their role in economy? The simple answer is being innocent. Government as organization, institution or person should act like kasim (just remember about the ancient history of China) or slave in serving people interest. They should free from particular group or their selves interest. The story telling about fault involvement of government in economy is often because of the lack concern of them to avoid egoistic interest. They should remember that they are paid by citizens so the interest of all citizens should be the priority. The next question arise, does not the policy formulated by government is kind of political mechanism where various interest allowed to compete in? Hereby, we have to differentiate between government as political institution and as tool of applying policy or commonly called bureaucracy. As political institution, government may open to take any interest or intervention. But this mechanism just allowed until the process of constructing grand policy including budget to support it. In implementation process of the grand policy, the kind of government who responsible is it as institution what so called bureaucracy. Thus, what I mention that government should free from any interest is in term of government as bureaucracy. In my opinion, even though political mechanism is known as the dirty process, but the policy resulted by it is never constructed by intention to damaging society or destructing people. The problem often arises is in the implementation of it. One that causes is related whit managing the interest influencing the bureaucracy. Thus, for civil servant in particular, just being innocent Keynesian. Seorang Keynesian yang lugu……

*originally this article was written at 18 Agustus 2008

Posted in economika | Leave a comment