Konglomerasi Positif ala Korea

Tanggal 19 Oktober lalu saya akhirnya tiba di Bandara Inchoen Seoul. Kali ini insya Allah tiga bulan kedepan rutinitas akan berubah, dari pegawai bagian akuntansi menjadi staff magang pada Atase Perdagangan KBRI Seoul. Banyak hal yang ingin aku pelajari dalam pekerjaan baru ini, sebagaimana banyak pula yang ingin aku tahu lebih jauh dari Negeri gingseng ini.

Salah satu yang menarik dari negeri ini adalah bagaimana mereka menjadi sedemikian maju padahal baru merdeka tahun 50-an. bahkan pada tahun 60-an kita, Indonesia, sdh jauh lebih maju dari mereka sebelum kondisi berubah pada sekitar 80/90-an. yang unik dari perekonomian negeri ini adalah tentang hegemony kongelomerasi yang menjadi pilar perekonomian. perusahaan yang awalnya hanya saya kenal lewat satu dua produknya di Indonesia, ternyata disini memiliki jarigan bisnis dibebagai bidang dan menggurita. mengingatkan kita pada Group Salim pada saat orde baru dan Bakrie untuk sekarang ini.

Di Indonesia kita mengnal samsunng hanya sbg produsen elktronik disini mereka punya pabrikan mobil dan juga perabot rumah tangga. Lotte, sebelum akuisisi Makro di Indonesia, hanya dikenal sebagai merek permen karet, di negara asalnya mereka adalah penguasa jaringan pusat perbelanjaan dan Hotel. Sementara LG disini punya bisnis keuangan seperti perbankan. begitu juga Hyundai, disini mereka punya bisnis sekuritas. ada lagi SK Group, aslinya mereka adalah perusahaan telekomunikasi, tetapi mereka juga punya bisnis dibidang perminyakan seperti SPBU.

Yang membedakan konglomerasi disini dan di Indonesia adalah driver dari kemunculan mereka. pengalaman orde baru menyebutkan bahwa kebanyakan konglomerasi di Indonesia merupakan hasil kedekatan politik dengan kekuasaan. sedangkan disini, konglomerasi lebih merupakan hasil dari strategi bisnis rasional normal dalam mengoptimalkan kapasitas modal berlebih yang mereka punya.

perbedaan mendasar tersebut juga tampaknya memberi hasil yang sangat berebeda. konglomerasi di Korea tampak mampu menjadi driver dr pergerakan dan pertumbuhan ekonomi Korea. mereka cenderung tidak mematikan bisnis2 kecil namun banyak berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan UKM sebagai sub-kontraktor bisnis mereka. manfaat lainnya adalah pemerintah lebih mudah dalam mengkonsolidasi perekonomian dan meng-create kebijakan yang tepat sasaran.

satu yang juga penting diperhatikan adalah bagaimana law enforcement di Korea berjalan. eksekutif puncak dari konglomerasi tersebut tidak kebal dari hukum. sehingga aturan maen yg telah disepakati bersama dapat berjalan maksimal.

semoga kita bisa belajar.

Advertisements
This entry was posted in diary, economika. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s